Posted in Curhat, Ngalor Ngidul

Konsekuensi

Ah, sudah empat bulanan nggak ngeblog!. Ya, setelah menikah dan resign dari kerjaan, sekarang aku jadi full-time housewife dan (sok) sibuk ngurus suami. Hmm.. sebenarnya, sih juga karena sekarang aku tinggalnya di tempat antah berantah yang susah sinyal dan nggak ada wifi gratisan :(. Ya, you knowlah kalau beli paket internet mahal, 2 GB aja nggak nyampe seminggu (aku memang boros! ūüė¶ ). Jadi beli paket internet cuma buat online via hape aja, itu pun jarang¬† (kalau sempat aja dan sinyal bagus).

Jujur, aku kangen banget  ngeblog, numpahin segala uneg-uneg via tulisan di blog atau sekedar review film yang telah ku tonton. Tapi sekarang nonton aja nggak sempat. Kalau ada waktu, di sempatin nonton, tapi yang sering malah filmnya yang nontonin aku alias aku ketiduran karena kecapekan. For your information, being a full-time housewife ternyata jauh lebih capek dan melelahkan ketimbang jadi wanita karir yang kerja di kantoran. Seriously!

Kadang aku kangen pengen kerja kantoran lagi. Menunggu masa-masa gajian, dimana selalu “pesta pora” di hari gajian dan jadi “miskin” lagi sesudahnya. Makan bareng sahabat dan teman-teman ketika lagi banyak duit atau sekedar pengen makan di luar. Atau jalan-jalan di mall atau ngebolang kesana kemari. Atau online seharian sekedar browsing, cek media sosial atau main-main di forum dan download film atau musik. Ah, aku kangen hal-hal itu!.¬† Tapi sekarang udah nggak bisa lagi gituan. Udah terikat. Apa-apa, kan harus ada izin dari suami. Suami, sih nggak ngelarang selama masih dalam batas kewajaran. Tapi, tentu aja intensitas bertemu dengan sahabat dan teman amat sangat susah (selain karena aku sekarang tinggalnya jauh di tempat terpencil ūüė¶ ). Makan di luar juga nggak pernah lagi. Tiap hari masak di rumah, itung-itung berhemat juga. Jalan-jalan nggak sempat karena tiap hari harus stay di rumah jaga jualan.

Ya, semua udah berubah! Sisi hatiku yang satu sebenarnya nggak rela, tapi ya sudahlah… Ini adalah konsekuensi yang harus diambil.

Advertisements
Posted in Ngalor Ngidul

Cinta King Kong

kingkongs-love

“Jadi, udah berapa kali jatuh cinta?

Sesi wawancara dengan calon suami pun di mulai.

“Hmm.. ¬†Aku termasuk orang yang susah jatuh cinta sebenarnya. Makanya, hubungan yang dulu-dulu itu cuma sebatas cinta monyet semua” jawabnya kalem. Lalu dia melanjutkan ucapannya,

“Jadi, kalau ditanya udah berapa kali jatuh cinta, ya .. baru kali ini. Baru kali ini menjalin hubungan yang serius. Sangat serius. Bukan sekedar cinta monyet lagi, tapi cinta King Kong”

…………………………………………

lol

 

 

Posted in Ngalor Ngidul

3 Dara

3 Dara. Pengen banget nonton film itu, tapi sayangnya kemarin aku nggak sempat nonton waktu di putar ulang di bioskop. Cuma 3 hari doang diputar di bioskop di kotaku dan aku benar-benar nggak sempat nonton karena jadwal kerja yang amat sangat padat. Begitu ada kesempatan mau nonton, eh filmnya udah nggak diputar lagi. Jengkelin banget! *sigh *curhat

Ngomong-ngomong soal 3 Dara, tiba-tiba aku jadi teringat kisahku kala kuliah dulu. Waktu itu aku dan sahabatku Ira nemenin Eka teman kita belanja di pasar. Kita jalan keliling pasar bolak-balik. Karena di area pasar bagian dalam sempit, kita jalannya terpaksa beriringan. Urutannya Eka, aku dan Ira. Cocok banget urutan itu kayak model anak tangga menurun. Eka yang paling tinggi dan Ira yang paling pendek di antara kita bertiga.

3-women

Anggaplah gambar diatas adalah Aku, Ira dan Eka

 

Ketika kita lewat, seorang abang penjual kain nyeletuk:

“Ini dia 3 dara.”

Kita senyum-senyum senang dipuji kayak gitu. Lalu si abang ngomong lagi,

Dara(h) tinggi, dara(h) rendah dan kurang dara(h).

 Asem!! 

 

 

 

Posted in Ngalor Ngidul

Jadwal Baru Ngabuburit

Percakapan supir dan bagian gudang.

Supir: “Udah bisa berangkat belum, nih? Nanti kena macet lagi kayak kemarin. Apalagi banyak yang ngabuburit.”

Bagian Gudang: “Tunggu bentar, barangnya lagi di packing. Ngabuburit bukannya pagi?”

Supir: “Pagi, tuh asmara subuh. Kalo ngabuburit sore hari”

Bagian Gudang: “Apa coba artinya ngabuburit?”

Supir: “Jalan-jalan sore, nongkrong gitu”

Bagian Gudang: “Sok tau!

Supir: “Kok sok tau? Emang benar itu artinya”

 

Terjadilah ngotot-ngototan antara supir dan bagian gudang tersebut. Trus kakak bagian gudang tersebut ngeloyor pergi gitu aja ninggalin si abang supir yang akhirnya ngalah. Aku dari tadi dengerin obrolan mereka berdua sambil senyum-senyum dalam hati. Malas nimbrung juga soalnya lagi ngerjain tugas seabrek dari si boss. Padahal aku sebenarnya pengen ngebela supir tapi rada enggan, soalnya bagian gudang itu anaknya udah sok tau, ngototan dan ngerasa benar pula. Jadi perlu dicatat, ya saudara-saudara bahwa jadwal baru ngabuburit itu di pagi hari.

*ngakakgulingguling

Lumayan, hiburan di sore hari sembari nunggu menit-menit pulang yang terasa lamaaaaa banget.

 

Posted in Ngalor Ngidul

Undangan Online

Kemarin waktu pulang kerja, di angkot (terpaksa) dengar seorang cewek ngomong kuat-kuat sama temannya via telepon selulernya kalau ngundang ke acara pesta pernikahan pakai kertas undangan itu udah kuno alias ketinggalan jaman. Si cewek tersebut juga bilang kalau di jaman modern seperti sekarang ini kalau ngundang itu via bbm aja (sosmed). Kebetulan si cewek itu duduk di depan di sebelah supir dan posisi duduk aku di belakang supir jadi aku bisa leluasa melirik ke arah si cewek. Gaya dandanan tuh cewek biasa aja, sih cuma pakai make up tipis dibalut kaos ketat dan celana denim ketat yang bolong di bagian lututnya. Telepon selulernya ada dua. Yang satu yang murah dan dipakai untuk nelpon sedangkan yang satu lagi yang mahal dan merupakan salah satu seluler merek terkenal yang tentu saja dipakai untuk berinteraksi di sosial media.

Pembicaraan si cewek dan temannya via seluler itu terus berlanjut sepanjang perjalanan. Dari gaya ngomongnya yang sok tinggi dan high class itu bikin aku senyam-senyum aja di dalam hati. Yah, tipikal anak muda jaman sekarang-lah. Kalau dilihat dari wajahnya, sih kelihatan kayak sudah berumur 27-29 tahun tapi aku yakin usianya pasti dibawah 25 tahun.

 

 

Okay, aku bukan mau membahas lebih lanjut tentang cewek itu. Yang mau aku bahas adalah soal kertas undangan yang dianggap telah menjadi sesuatu yang kuno di jaman sekarang ini. Sumpah, aku baru tahu soal ini, loh! Apa aku sekuper itu? Fenomena mengundang via sosial media memang sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu dan semakin booming saat ini. Undangan online juga gampang dibuat dan tentu saja hemat biaya daripada kertas undangan. Jarak yang jauh dan waktu yang sibuk juga menjadi salah satu faktor yang menjadikan orang-orang sekarang ini lebih memilih mengundang via undangan online. Tapi, menurut pendapatku, alangkah lebih baik jika kita mengundang orang-orang terdekat kita (dengan catatan tidak terpisah jarak) melalui kertas undangan. Kenapa? Lebih intim saja menurutku. Dan lebih baik lagi jika kita sendiri yang mengantarkannya.

Jadi, kesimpulannya… aku nggak setuju, sih dengan pendapat si cewek di angkot tersebut yang bilang kalau kertas undangan fisik, tuh udah kuno dan ketinggalan jaman. Sekian!.

 

 

 

*Sumber gambar: Google