Posted in Musik, Ngalor Ngidul

Smule Oh Smule

Ketagihan nyemule, nih sekarang. Abisnya smule, tuh ibarat karaoke gratisan 😀

Biasanya, kan kalau mau karaokean di tempat karaoke harus nyari teman dulu yang mau diajak karaoke bareng, trus harus nyocokin jadwal juga dan keuangan juga harus ada. Nah, kalau smule kan nggak perlu ribet gitu. Tinggal nyari aja lagu yang mau dinyanyiin trus cari teman buat kolab bareng, udah beres, nyanyi deh situ sampai muntah-muntah wkwkw 😀 😀

Barusan ngecek forum, eh ternyata smulean aku yang ancur lebur malah diupload wkwkw 😀 😀

Mana itu nyanyinya nggak ada persiapan lagi dan suara lagi serak. Yang dengar pasti pingsan 😀 😀 Eh.. emang ada yang mau dengar apa? *plak

Ya, siapa tau aja ada yang errror mau dengerin, silahkan diunduh smulean saya yang ruarrr binasa ini. Resiko abis didengerin tanggung sendiri ya 😀 😀

Sebuah Kenangan, Sebuah Cerita

image

Genre : Cover
2016 Fir’aun’s Record

Tracklist:
> I’m with You
> Hero
> Mencintaimu
> I Ain’t Got You
> Someone Like You

Download here

 

Siapa tau ada yang mau smulean bareng, silahkan ajak aku; ID @jengkelinih. Selama aku tahu lagunya, sih.. hayuk kemon aja 😀 😀

 

 

*Thanks to Mr Arigituloh aka Aliando Sarap 

Kenapa harus Ms Galau, sih? 😦

 

Advertisements
Posted in Musik

Post-Rock, Shoegaze, Ambient: Dari Iseng Sampai Kecanduan

Post-rock? Shoegaze? Ambient?

Apaan, tuh?

Nih pengertian post-rock, shoegaze dan ambient yang aku comot dari google (malas translate):

Post-rock  is a subgenre of rock music characterized by the influence and use of instruments commonly associated with rock, but using rhythms and “guitars as facilitators of timbre and textures” not traditionally found in rock. Post-rock bands are often instrumental.

Shoegazing (also known as shoegaze) is a subgenre of alternative rock that emerged from the United Kingdom in the late 1980s and reached peak popularity in the early 1990s. The style is typified by the blurring of component musical parts—typically significant guitar distortion, feedback, and obscured vocals—into indistinguishable “walls of sound”. The term “shoegazing” was initially devised by the British music press as a gibe meant to ridicule the stage presence of a wave of groups who stood still during live performances in a detached, introspective, non-confrontational state, often with their heads down; the heavy use of effects pedals also contributed to the image of performers looking down at their feet during concerts. The term was often used contemporaneously with “dream pop.

Ambient music is a genre of music that puts an emphasis on tone and atmosphere over traditional musical structure or rhythm. Ambient music is said to evoke an “atmospheric”, “visual,” or “unobtrusive” quality. According to Brian Eno, one of its pioneers, “Ambient music must be able to accommodate many levels of listening attention without enforcing one in particular; it must be as ignorable as it is interesting.

 

Awal kenal dengan aliran musik tersebut kalau nggak salah sekitar tahun 2011 waktu masih aktif jadi kaskuser dan sering main di sub forum Musik. Disana sering banget dibahas soal post-rock, shoegaze dan ambient. Aku jadi penasaran gimana, sih aliran musik tersebut? Cuma waktu itu penasaran doang, belum tertarik untuk dengerin. Trus di forum waktu itu pada heboh ngomongin Sigur Ros. Akhirnya aku coba dengerin satu dua lagu Sigur Ros.

“Musik apaan, nih? Aneh”

Waktu itu kata-kata itu yang terlontar dari mulutku. Telingaku belum bisa mencerna musik kayak gitu. Tapi karena bahasanya juga asing terdengar, jadi malah unik. Tapi, tetap aja aku belum bisa nerima musik tersebut.

Sampai akhirnya salah seorang kaskuser yang emang pecinta musik sejati mengenalkanku pada MONO dan French Teen Idol (arigatou Juri!!). Dari situ aku mulai menyukai post-rock dan mulai mencoba mendengarkan band-band post-rock, shoegaze dan ambient lain seperti Hammock, Low, Asobi Seksu, dan Sigur Ros lagi. Tapi waktu itu cuma sebatas mendengarkan aja, nggak sampai kecanduan. Dan sukanya pun cuma Mono dan French Teen Idol  aja.

Hingga beberapa tahun kemudian, mulai mencoba mendengarkan band-band post-rock lain dan akhirnya menemukan Mogwai (telat, cuy!!) yang membuat aku jadi kecanduan post-rock. Lalu mulai mendengarkan Explosions In The SkyGodspeed You! Black EmperorGod Is an AstronautYndi Halda dan beberapa band post-rock, shoegaze, ambient yang kurang terkenal seperti As the Stars Fall, Flies Are Spies From Hell, Moonlit Sailor, Anatomy Of The Bear, Ancients, Aerials, Komas Mida, Oceans dan banyak yang lainnya.

Dan nggak afdol rasanya kalau cuma mendengarkan band-band post-rock, shoegaze, ambient luar aja, maka aku juga harus mendengarkan versi dalam negeri yang nggak kalah bagus seperti Under The Big Bright Yellow Sun, Overlee, Echolight.

Buat yang pengen nyoba dengerin musik post-rock, shoegaze dan ambient, coba dengerin dulu satu dua lagu dari band-band yang aku sebutin diatas. Dengarkan, rasakan, dan bayangkan. Biasanya seperti itulah ketika aku mendengarkan aliran musik tersebut. Lebih asik ketika mendengarkannya via headset atau headphone di malam hari di kamar remang-remang. Biarkan pikiran kita melayang sembari mendengarkan alunan musiknya. Oughh.. it’s so fvcking great!!