Posted in Jengkelin, Kerja

Tagihan dan Kambing Hitam

Tiap ada bbm atau telpon, jadi parno sendiri. Pasti isinya tagihan dari supplier semua.

“Tagihan udah jatuh tempo, nih mbak.. kapan bisa dibantu transfer?”

“Tagihan kok belum ditransfer, mbak?”

“Katanya janji mau transfer, kok belum ditransfer juga, mbak?”

Bla.. bla..bla..

Duh!!

Aku pun cuma bisa ngeles aja jawabnya sembari sedikit bohong.

“Iya, mbak ditunggu aja ya”

“Nanti dikabari lagi ya, mbak”

Ya, gitulah kira-kira jawabanku tiap kali diuber-uber soal tagihan sama supplier.

 

Aku sampai capek tiap kali bilang sama boss kalau tagihan A udah jatuh tempo, supplier B minta transferan terus, C sampai Z nggak ketinggalan ngejar tagihan tiap hari, tapi boss cuma bilang gini:

“Ntar aja. Pending dulu”

See?

Perintah boss kayak gitu, ya tentu aja harus diikuti.  Boss bilang pending, ya pending. Boss suruh transfer tagihan, ya pasti ku transfer.

Tapi kadang si boss besar (bossku ada dua. Boss besar di Jakarta, tapi tagihannya pasti ke kantor sini) suka juga bikin diriku jadi kambing hitam dan ini, nih yang bikin kesal. Kayak kejadian beberapa waktu yang lalu ketika supplier R nelpon.

“Boss besar suruh kamu transfer, tapi kok sampai sekarang belum ditransfer juga?”

Lah, kapan si boss suruh aku transfer? Ngarang, nih!

Nggak, tahu dah siapa yang ngarang? Tapi nggak mungkin si supplier yang ngarang cerita pendek itu, pasti si boss nih! Paling juga si supplier nelpon langsung ke boss  besar dan boss mengkambinghitamkan diriku, daripada harga dirinya jatuh. Zzzzz..!!

Dan hal kayak gitu udah beberapa kali terjadi. Jengkelin banget!!

 

 

Posted in Curhat, Jengkelin

Kesialan Bertubi-Tubi

Hari ini tanggal 1. Gajian. *horeee

Eh, jangan senang dulu! Ternyata dari sebelum nerima gaji sampai udah nerima gaji, aku malah ngalamin kesialan bertubi-tubi hari ini.

Pagi-pagi udah padam listrik aja, alhasil gagal mulu transfer gaji karyawan via internet banking. Kerjaan pun jadi terbengkalai.

Siangnya dua rekan kerja aku yang bikin ulah. Abis makan siang malah ngeloyor entah kemana. Kebetulan boss lagi keluar kota, makanya mereka pada jadi suka-suka hati gitu. Mbok, ya suka-suka hatinya itu pintar dikit, kek! Gara-gara itu ternyata ada yang laporin mereka ke boss kalau mereka telat balik kantor. Udah bisa ditebak, boss marah-marah di telepon. Dua rekan kerjaku pun kena SP. Tapi yang nggak enaknya, tuh dan bikin darahku mendidih-didih adalah adanya aturan baru yang mengharuskan tiap karyawan untuk absen finger print sebelum dan sesudah jam istirahat. Jadi jam 12 teng, harus absen dan jam 1 pas absen lagi. Kalau telat 1 menit aja, uang makan bakal dipotong Rp 7000/hari. Kalau telat masuk kantor, uang makan perhari hangus. Jadi kalau dalam satu hari itu misalnya ada yang telat masuk kantor plus telat jam istirahat, maka uang makan hangus plus dipotong uang kerajinan Rp 7000. Perfecto!! *tepuktangan

Selama ini aku biasanya emang telat mulu balik ke kantor tiap jam makan siang. Tapi telatnya paling banter juga 10 menit. Dan gara-gara ulah rekan kerjanya itu, sekarang aku jadi nggak bisa telat lagi. Makan pun jadi buru-buru. Tidur cuma seadanya dan sholat juga jadi cepat-cepat. Dua orang yang bikin salah, kenapa seisi kantor yang kena imbasnya? *sigh Sumpah, nggak terima banget! Sekesal-kesalnya aku sama kedua rekan kerjanya itu, jauh lebih kesal lagi sama si boss yang selalu aja main potong uang ini itu. Mending kalau uang makan perhari kisarannya banyak, lah ini Rp 20.000 aja nggak nyampe. *sighagain

Tambah bikin kesal karena kali ini gajiku dikasi cash bukan ditransfer. Ya, ampun ngerepotin banget, sih harus setor ke bank lagi besoknya. Mana minta izinnya susah lagi. Kalo nggak disetor, pasti, tuh uang bakalan cepat abis. Maklum, mata ini kadang khilaf, nggak tahan buat liat banyak uang cash di dompet.

Dan berhubung kekesalan hari ini udah memuncak, aku pengennya pulang kerja nonton ke bioskop aja. Ngajak Mira dan surprisingly dia mau. Tapi kayaknya kesialan masih nempel juga. Hampir satu jam nunggu angkot yang arah ke bioskop, nggak ada satu pun yang nongol. Eh, ada deng tapi itu pun semuanya penuh. Sampai udah naik angkot ke tempat lain biar rencananya nyambung 2x angkot aja, eh tetap aja angkotnya nggak ada. Mira nyerah. Aku mau nggak mau nyerah juga. Iseng-iseng aku ngajak karaokean dan Mira setuju. And you know what, tempat karaoke yang kita tuju ternyata lagi tutup sementara. *pingsan.

Cerita kesialan masih berlanjut dengan turunnya hujan deras. Karena kelaparan, akhirnya kita makan dulu. Di menu yang tertera di dinding tempat makan itu, harganya kisaran Rp 10.000 – 15.000/porsi. Tapi begitu bayar malah kena Rp 22.000. *jengkelinabis

Udah, ya cukup sampai sini aja, ya sialnya. Aku mau tidur.