Posted in Ngalor Ngidul

Pahit

Susan: “Makan yang pahit-pahit kayak daun pepaya biar sehat. Tubuhmu perlu juga asupan makanan pahit, jangan yang manis terus biar tubuh kebal dari penyakit”

Aku: “Hidupku udah pahit, jangan suruh makan yang pahit-pahit lagi. Jangan tambah kepahitan dalam hidupku”

*tsaaahh

 

**Percakapan diatas nyata bukan rekayasa. Terjadi di kamar kost pada malam hari, satu hari setelah aku sembuh dari sakit.

Advertisements

3 thoughts on “Pahit

  1. Hmmmmm …
    terkadang dalam hidup…
    Kita memang harus berhadapan dengan sesuatu yang pahit..
    Agar sehat badan kita…
    Begitu juga dengan keadaan yang kita alami…
    Terkadang harus pahit sebagai penyehat penyemangat ….

    Semua tergantung cara kita menyikapi dan memandang kepahitan itu…..
    Kita punya dua pilihan….
    Kanan atau kiri…
    Gelap atau terang….
    Baik atau buruk….
    Yin dan yang….

    Namun apapun itu…
    Sebelum kita memilih kita harus memilah….
    Karena apapun pilihan kita akan sangat mempengaruhi kehidupan kita 5 sampai 10 tahun yang akan datang….

    Ketika sudah memilih jangan sampai kita menoleh ke belakang…

    Liked by 1 person

    1. Wah, dikomen sama founder AVSI .. sesuatu banget ini 😀

      Makasih mas Ibra 😀

      Iya, nih aku benci makanan pahit! Aku sukanya yang manis-manis, biar aku tambah manis *apaansih 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s