Posted in Ngalor Ngidul

Undangan Online

Kemarin waktu pulang kerja, di angkot (terpaksa) dengar seorang cewek ngomong kuat-kuat sama temannya via telepon selulernya kalau ngundang ke acara pesta pernikahan pakai kertas undangan itu udah kuno alias ketinggalan jaman. Si cewek tersebut juga bilang kalau di jaman modern seperti sekarang ini kalau ngundang itu via bbm aja (sosmed). Kebetulan si cewek itu duduk di depan di sebelah supir dan posisi duduk aku di belakang supir jadi aku bisa leluasa melirik ke arah si cewek. Gaya dandanan tuh cewek biasa aja, sih cuma pakai make up tipis dibalut kaos ketat dan celana denim ketat yang bolong di bagian lututnya. Telepon selulernya ada dua. Yang satu yang murah dan dipakai untuk nelpon sedangkan yang satu lagi yang mahal dan merupakan salah satu seluler merek terkenal yang tentu saja dipakai untuk berinteraksi di sosial media.

Pembicaraan si cewek dan temannya via seluler itu terus berlanjut sepanjang perjalanan. Dari gaya ngomongnya yang sok tinggi dan high class itu bikin aku senyam-senyum aja di dalam hati. Yah, tipikal anak muda jaman sekarang-lah. Kalau dilihat dari wajahnya, sih kelihatan kayak sudah berumur 27-29 tahun tapi aku yakin usianya pasti dibawah 25 tahun.

 

 

Okay, aku bukan mau membahas lebih lanjut tentang cewek itu. Yang mau aku bahas adalah soal kertas undangan yang dianggap telah menjadi sesuatu yang kuno di jaman sekarang ini. Sumpah, aku baru tahu soal ini, loh! Apa aku sekuper itu? Fenomena mengundang via sosial media memang sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu dan semakin booming saat ini. Undangan online juga gampang dibuat dan tentu saja hemat biaya daripada kertas undangan. Jarak yang jauh dan waktu yang sibuk juga menjadi salah satu faktor yang menjadikan orang-orang sekarang ini lebih memilih mengundang via undangan online. Tapi, menurut pendapatku, alangkah lebih baik jika kita mengundang orang-orang terdekat kita (dengan catatan tidak terpisah jarak) melalui kertas undangan. Kenapa? Lebih intim saja menurutku. Dan lebih baik lagi jika kita sendiri yang mengantarkannya.

Jadi, kesimpulannya… aku nggak setuju, sih dengan pendapat si cewek di angkot tersebut yang bilang kalau kertas undangan fisik, tuh udah kuno dan ketinggalan jaman. Sekian!.

 

 

 

*Sumber gambar: Google

Advertisements